
CIREBON – Salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya akibat kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang keselamatan. Maka itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menandatangani sejumlah sekolah TK. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman sejak usia dini demi terciptanya budaya keselamatan di jalan raya. Untuk itu diperlukan adanya sosialisasi untuk memberikan pemahaman mengenai sadar berlalu lintas. Seperti yang dilakukan Dishub pada murid murid TK Islam Al Azhar 3 Cirebon, Kamis (24/10).
Kepala Bidang Keselamatan dan Teknik Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Suwandi, ST. mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yang memang menyasar anak-anak TK untuk diberikan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas. Ia mengatakan, sosialisasi ini diberikan untuk mencetak generasi yang sadar akan keselamatan di jalan raya. Dengan sosialisasi kepada usia dini, yakni murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) diharapkan tertanam budaya keselamatan yang tersebar mulai dari lingkungan rumah dan keluarga hingga mereka tumbuh dewasa. “Kalau anak anak kan daya ingatnya bagus. Pada masa golden age ini mereka bisa menyerap informasi mengenai keselamatan lalu lintas. Harapan kita, itu bisa terbawa sampai dewasa bahkan bisa menyampaikannya kepada orang lain,” katanya.
Sementara itu, Dikri Hopiana, S.Sos.Msi menjelaskan, materi yang diberikan pada sosialisasi ini adalah berkaitan dengan pengenalan bagaimana cara berlaku di jalan. Lalu, para peserta juka dikenalkan beberapa macam rambu-rambu lalu lintas. “Untuk mereka kita kenalkan juga prasyarat pengemudikan kendaraan. Khususnya sepeda motor harus pakai helm, jaket, sarung tangan, sepatu. Serta, harus memiliki surat izin mengemudi,” paparnya. Sementara itu, Kepala TK Islam Al Azhar 3 Cirebon Sri Mulyati, S.Pd.AUD. mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Setidaknya, anak anak mendapatkan pemahaman tentang keselamatan itu. Terlebih, di sekolah, pihaknya juga aktif memberikan pemahaman terhadap keselamatan berlalu lintas. Bahkan peraga semacam zebra cross yang dibuat di TK tersebut menjadi salah satu favorit anak-anak. Ia berharap pesan-pesan yang diberikan dalam sosialisasi itu akan menciptakan budaya sadar keselamatan lalu lintas kepada anak-anak. “Syukur syukur juga bisa mengingatkan kepada orang tuanya, kepada keluarganya kalau misalnya berpergian tidak menggunakan helm, mereka protes atau mengingatkan . Begitupun saat berasa di lampu merah dan sebagainya. (awr/opl) / (Radar Cirebon Group)